BPOM Gandeng KPI Awasi Iklan Produk Kesehatan Di Lembaga Penyiaran.

RBSRadio, Pekanbaru – Peredaran Produk Kesehatan belakangan ini memang tergolong cukup signifikan. Banyak terobosan dan kreatifitas dalam membuat produk tersebut oleh Produsen, agar lebih dikenal oleh masyarakat. Salah satunya adalah dengan melibatkan lembaga penyiaran baik tv ataupun radio, dengan beriklan di lembaga penyiaran tersebut.

Terkait hal ini seperti yang dirilis dari Eljhon Media Pekanbaru, Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan Pekanbaru beberapa waktu lalu mengadakan “sosialisasi hasil pengawasan iklan dan ketentuan atau persyaratan iklan produk obat tradsional dan suplemen kesehatan”, pada hari Rabu 25/09/2019 di Aula BPPOM Pekanbaru.

Dalam sosialisasi tersebut Kepala BPOM pekanbaru, Muhammad Kashuri menjelaskan bahwa BPOM Pekanbaru telah melakukan kerjasama dengan Komisi Penyiaran Indonesia – Daerah Riau. Selain Itu juga menurutnya pihaknya telah memberikan sosialisasi kepada lembaga yang berkepentingan dalam hal pengawasan, bahwa tanggung jawab pengawasan tersebut tidak hanya di BPOM.

“Tentunya kami berharap masyarakat juga lebih were lagi lebih memahami bahwa suatu produk tidak hanya dinilai dari produknya saja yang aman dan bermutu tapi dilihat juga kaitannya bagaimana mereka mengiklankan, tidak boleh iklannya yang sifatnya bombastis ini dilakukan. tentunya kaitannya dengan informasi yang harus jelas dan tidak boleh menyesatkan,” jelas Muhammad Kashuri.

Kegiatan sosialisasi tersebut di hadiri oleh sejumlah pihak diantaranya KPID Riau, Polda Riau, Yayasan Perlindungan Konsumen Provinsi Riau, Media Cetak dan Media Elektronik di Pekanbaru.

Di tempat terpisah Komisioner KPID Riau, Bidang Isi Siaran, Asril Darma menjelaskan bahwa Iklan produk Obat dan Suplemen Makanan yang ditayangkan di Radio atau TV harus mendapat register dari BPOM. Register dilakukan bisa oleh Lembaga Penyiaran ataupun Produsen Produk tersebut. Jika ada iklan yang dinilai janggal pada lembaga penyiaran, KPID akan menyurati lembaga penyiaran tersebut, apakah iklan tersebut sudah mendapat verifikasi dari BPOM atau belum.

“Jika ada iklan yang dinilai janggal, misalnya ada yang menyerempet dari P3SPS, nanti kita akan menyurati dia, apakah iklan itu sudah ada BPPOMnya dan apakah iklan tersebut sudah melalui verifikasi BPOM, karena kita tidak bisa memverifikasi iklan, kita hanya bisa melihat setelah tayang,” jelas Asril Darma saat dikonfirmasi melalui selulernya oleh RBS Radio.

Asril menambahkan bahwa produk obat dan makanan yang akan diedarkan ke masyarakat luas, harus sudah teregistrasi terlebih dahulu ke BPOM, sesuai dengan Undang-Undang Pangan. Terkait dengan kewenangan KPI, pihaknya hanya akan menindak lembaga penyiaran sesuai Etika Pariwara Indonesia.

“Iklan juga tidak boleh terlalu berlebihan dalam kata-kata penyampaiannya, nah dengan dasar itu kita akan panggil lembaga penyiaran, dan BPOM akan memanggil produsennya,” tambah Asril Darma Komisioner Bidang Isi Siaran KPID Riau.

Redaksi RBS Media.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1
Mau Pasang Iklan?
Atau Mau Pesan Produk?
Atau Mau request?
Powered by