Daun Kelor Punya Banyak Manfaat Kesehatan?

Bagi masyarakat Indonesia, daun kelor bukanlah hal asing. Meski sebagian orang hanya mengenal tanaman ini dari peribahasa “dunia tak selebar daun kelor” rupanya daun berbentuk agak bulat dengan ukuran kecil-kecil ini memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan.

Daun kelor merupakan tanaman yang banyak tumbuh di India Utara, Pakistan, Bangladesh, dan Afghanistan. Daun ini juga tumbuh di daerah tropis.

Baik daun, kulit kayu, bunga, buah, biji, dan akar dapat digunakan untuk membuat obat. Di negara-negara Barat, daun kelor kering dijual sebagai suplemen diet, baik dalam bentuk bubuk maupun kapsul.

Nila mengatakan bahwa daun kelor bahkan dapat dikonsumsi untuk perbaikan gizi. Pernyataan ini didukung oleh Prof dr Hardinsyah, MS, ahli pangan dari Universitas Sahid Jakarta.

Seperti dikutip WebMD, daun kelor merupakan sumber makanan penting di beberapa belahan dunia. Karena bisa tumbuh dengan harga murah dan mudah, dan daunnya menyimpan banyak vitamin dan mineral saat dikeringkan.

Daun kelor digunakan di India dan Afrika dalam program pemberian makan untuk melawan kekurangan gizi.

“Daun kelor sebagai sayuran tinggi vitamin dan mineral. Mineralnya itu kalsium, potasium, terus ada vitamin A dan C. Kemudian ada protein, tapi ya enggak sebanyak yang ada di telur,” kata Hardinsyah kepada detikHealth.

Hardinsyah mengatakan, daun kelor memiliki klorofil yang di dalamnya terkandung antioksidan penangkal radikal bebas. Ia juga mengatakan jika daun kelor baik untuk kulit. Bahkan menurut penelitian, vitamin A pada daun kelor empat kali lebih tinggi daripada wortel dan vitamin C tujuh kali lebih tinggi dari jeruk.

Dr Rita Ramayulis, DCN, MKes, nutrisionis dari Persatuan Ahli Gizi Indonesia, mengatakan bahwa daun kelor seperti sayuran pada umumnya yang kaya akan vitamin, mineral, serat dan fitokimia. Namun, kelebihan daun ini adalah vitamin dan mineralnya lebih tinggi daripada sayuran lain.

Daun kelor juga mengandung flavonoid dan fitosterol yang sering dibuat sebagai obat. Menurut penjelasan Rita, flavonoid dalam daun kelor dapat bermanfaat untuk mencegah diabetes sedangkan fitosterol di dalamnya bermanfaat untuk antikolesterol.

Daun dengan nama ilmiah moringa oleifera ini juga kaya akan kalsium untuk kesehatan tulang dan gigi, juga dapat mencegah osteoporosis dan dapat mengaktifkan beberapa enzim dan hormon yang mengatur pencernaan dan metabolisme lemak.

Kalium dalam daun kelor dapat menjaga tekanan darah dalam kondisi normal sedangkan potasium berfungsi untuk menurunkan tekanan darah. Daun dari dari suku moringaceae ini juga mengandung zat besi yang dibutuhkan oleh tubuh untuk menghasilkan darah untuk mencegah anemia.

Tak hanya itu, daun kelor memiliki efek laktogogum, zat yang dapat meningkatkan dan melancarkan produksi ASI, seperti yang ada pada daun katuk.

Daun kelor bisa dioleskan langsung ke kulit sebagai pembunuh kuman atau digunakan secara topikal untuk mengobati infeksi, kaki atlet, ketombe, penyakit gusi (radang gusi), gigitan ular, kutil, dan luka.

Dilansir Healthline, daun kelor juga dapat menurunkan kadar gula darah. Seiring waktu, gula darah tinggi menimbulkan risiko banyak masalah kesehatan serius, termasuk penyakit jantung. Untuk alasan ini, penting untuk menjaga gula darah tetap sehat.

Dalam sebuah penelitian, 30 perempuan mengonsumsi tujuh gram bubuk daun kelor setiap hari selama tiga bulan. Hal ini mengurangi kadar gula darah puasa hingga 13,5 persen.

Selain itu, sebuah studi kecil pada enam pasien diabetes menemukan bahwa menambahkan 50 gram daun kelor ke makanan mengurangi kenaikan gula darah sebesar 21 persen. Efek ini disebabkan oleh senyawa tanaman yang ditemukan di daun kelor, seperti isothiocyanates.

Untuk mengatasi infeksi atau cedera, daun kelor juga bisa jadi pilihan karena memiliki sifat anti-inflamasi.

Daun kelor dapat dikonsumsi untuk mengobati anemia, nyeri sendi, asma, sembelit, diabetes, diare, epilepsi, sakit kepala, batu ginjal, gangguan tiroid, serta dan infeksi bakteri, jamur, virus, dan parasit.

Selain itu, daun kelor dapat mengurangi pembengkakan, meningkatkan gairah seks (sebagai afrodisiak), mencegah kehamilan, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, dan meningkatkan produksi ASI. Beberapa orang menggunakannya sebagai suplemen gizi atau tonik.

Editor RK

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1
Mau Pasang Iklan?
Atau Mau Pesan Produk?
Atau Mau request?
Powered by