Eks Komisioner, Kritik Kinerja KPU

RBSRADIOSIAK.COM – Mantan Komisi Pemilihan Umum, Chusnul Mar’iyah, mengkritik bekas lembaga yang pernah dipimpinnya karena terlalu akomodatif terhadap kemauan dua kubu pasangan calon presiden-wakil presiden.

Chusnul mencontohkan ketika KPU mengundang perwakilan tim pemenangan kedua pasang kandidat untuk membahas konsep debat capres dan menerima usulan penyampaian visi-misi, meski kemudian dibatalkan.

Semestinya, kata Chusnul, KPU berkonsultasi dengan Komisi II DPR sebagai mitra kerja bagi lembaga penyelenggara pemilu, alih-alih dengan peserta pemilu, yakni tim pemenangan kedua pasang kandidat. Sebab KPU adalah mandataris konstitusi, yakni Undang-Undang tentang Pemilu.

“Konsultasilah dengan Komisi II DPR, bukan dengan peserta pemilu. KPU harus berani mengimplementasikan Undang-Undang [tentang Pemilu],” katanya dalam forum Indonesia Lawyers Club yang disiarkan tvOne pada Selasa malam, 8 Januari 2019.

Dosen Universitas Indonesia itu mengoreksi pernyataan seorang Komisioner KPU, Wahyu Setiawan, dalam forum serupa, bahwa penyampaian visi-misi pasangan capres-cawapres sesungguhnya tidak wajib karena di luar angenda pemilu. Wahyu menyebut agenda itu “sunah” alias tidak wajib.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1
Mau Pasang Iklan?
Atau Mau Pesan Produk?
Atau Mau request?
Powered by