Pemerintah Minta BLT Dana Desa Disalurkan Non Tunai

Foto: Tribunnews

RBSRADIO, Jakarta – Pemerintah meminta kepada setiap kepala desa untuk menyalurkan bantuan langsung tunai (BLT) dari pagu anggaran dana desa tidak menggunakan uang tunai atau cash.

Menteri Desa, Pembangunan Desa Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar mengatakan, hal tersebut dilakukan untuk mencegah munculnya kecurigaan masyarakat terhadap kepala daerah.

“Bagaimana sistem pencairannya? Langsung oleh kepala desa, diusahakan semaksimal mungkin non tunai untuk menghindari dari fitnah,” ujarnya dalam video conference, Selasa (14/4/2020).

Oleh karenanya, Abdul meminta kepada bank umum kegiatan usaha (BUKU) 4 milik pemerintah, yakni BRI, BNI, dan Bank Mandiri untuk memfasilitasi setiap daerah menyalurkan BLT.

“Kami sudah sampaikan ke BRI, BNI, dan Bank Mandiri, ini ada kebijakan (BLT) seperti ini, silahkan direspons, dibantu agar masyarakat desa bisa mendapatkan,” kata dia.

Abdul tidak melarang kepala daerah, khususnya yang masih minim infrastruktur perbankan, untuk menyalurkan BLT dengan menggunakan uang tunai.

Namun, ia meminta pengawasan pelaksanaan penyaluran BLT dengan uang cash lebih diperketat.

“Harus diawasi betul jangan menimblkan berbagai permaslahan yg tidak diinginkan,” ucapnya.

Sebagai informasi, pemerintah telah menganggarkan Rp 22,4 triliun dari total pagu anggaran dana desa 2020 untuk melakukan program BLT ini.

Rencananya, akan ada 12,4 juta keluarga miskin yang mendapatkan BLT dana desa selama 3 bulan, dengan besaran setiap bulannya yaitu Rp 600.000. Maka, total BLT dana desa yang diterima setiap keluarga sebesar Rp 1,8 juta.

source: kompas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1
Mau Pasang Iklan?
Atau Mau Pesan Produk?
Atau Mau request?
Powered by