Aksi Sejuta Koin Untuk Restorasi Kapal Kato Peninggalan Sultan Siak.

RBSMEDIA, SIAK – Masyarakat Peduli Kabupaten Siak menggelar aksi Sejuta Koin untuk Restorasi Kapal Kato milik Kesultanan Siak yang kini menjadi salah satu situs sejarah yang berada di Kabupaten Siak, pada hari Minggu (21/11/2021) di depan Istana Siak.

Wan Hamzah, selaku penggagas aksi ini menjelaskan saat dikonfirmasi oleh RBSMEDIA, bahwa aksi tersebut merupakan bentuk kepedulian dan kecintaan Masyarakat terhadap Kesultanan Siak, yang mana Sultan Siak sendiri, Sultan Syarif Kasim II pada waktu Kemerdekaan Republik Indonesia, telah rela menyumbangkan 13 Juta Gulden, atau setara dengan Rp. 1000 Triliun (Seribu Triliun Rupiah) untuk membantu Kemerdekaan Republik Indonesia. Maka dari itu sudah menjadi kewajiban kita bersama untuk melestarikan peninggalan Kesultanan Siak yang masih ada hingga saat ini. Hal ini juga sesuai dengan amanat Undang-Undang No. 11 Tahun 2010 Tentang Cagar Budaya.

Aksi ini merupakan Aksi Simpatik, sebagai bentuk kepedulian terhadap salah satu peninggalan Sultan Siak, yaitu Kapal Kato. Jadi kami menilai bahwa tidak ada keseriusan dari Pemerintah Daerah dalam menjaga atau memelihara peninggalan Sultan kita yang telah menjadi salah satu objek Cagar Budaya. Dari situlah kami berangkat, tergugah hati untuk mengumpulkan sejuta koin, yang nantinya Insyaallah akan kami serahkan kepada Pemerintah Kabupaten Siak, ‘dalam hal ini Dinas Pariwisata,” jelas Wan Hamzah kepada RBSMEDIA/Radio.

Wan Hamzah juga berharap nantinya kepada semua pihak terutama Pemerintah Daerah, agar lebih peduli terhadap pemeliharaan situs sejarah atau Cagar Budaya yang memang menjadi tanggung jawab kita bersama.

Jangan menunggu menjadi sorotan publik, barulah nanti kita sibuk, Saya sebenarnya malu membuat aksi seperti ini namun inilah bentuk aksi teguran keras kepada Pemerintah Daerah,” tutup Wan Hamzah.

Kapal Kato adalah Sebuah kapal besi dengan bahan bakar batu bara yang dimiliki oleh Sultan Siak dan selalu dinaikinya pada saat berkunjung ke daerah-daerah kekuasaannya. Kapal ini berukuran panjang 12 m dengan berat 15 ton, kapal ini selalu digunakan oleh Sultan Siak untuk melakukan kunjungan kerja kedaerah bawahannya, atau untuk berpesiar. Monumen Kapal Kato ini kini berada di kawasan Istana Siak.

TIM Liputan RBSMEDIA/RADIO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1
Mau Pasang Iklan?
Atau Mau Pesan Produk?
Atau Mau request?
Powered by