Larangan Mudik Lebaran, Wakil Gubernur Riau: Jangan Coba Kucing-Kucingan dengan Petugas.

Foto : Petugas Saat melaksanakan penyekatan , by riauhub

RBS MEDIA, Riau – Pembelakuan larangan Mudik Lebaran di Riau akan dimulai besok Kamis, untuk itu Wakil Gubernur Riau Edy Natar Nasution menyentuh hati pemudik di Riau agar tidak Mudik Lebaran dan mengingatkan pemudik di Riau agar jangan coba kucing-Kucingan dengan petugas di lapangan.

Larangan Mudik Lebaran di Riau, baik keluar provinsi Riau dan antar kabupaten dan kota dalam provinsi Riau resmi diberlakukan mulai Kamis tanggal Mei 2021 besok hingga tanggal 17 Mei 2021 mendatang.

Khusus di Provinsi Riau, untuk mengawal larangan Mudik Lebaran di Riau itu, petugas gabungan dari TNI, Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan dan Petugas Kesehatan akan melakukan penyekatan Mudik Lebaran di pos yang ada di Perbatasan Riau-Sumbar , perbatasan Riau-Sumut , Perbatasan Riau-Jambi dan di perbatasan kabupaten dan kota di Riau.

Setidaknya, ada 9 pos penyekatan Mudik Lebaran di perbatasan Riau-Sumbar , perbatasan Riau-Sumut , perbatasan Riau-Jambi atau perbatasan antar provinsi dan 49 pos perbatasan antar kabupaten dan kota di Riau yang disiapkan. 

Bagi kendaraan yang kedapatan melakukan Mudik Lebaran di pos penyekatan tersebut akan diminta putar balik oleh petugas gabungan TNI/Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan.

“Iya mulai besok sampai 17 Mei pos penyekatan Mudik Lebaran di Riau mulai diberlakukan,” kata Wakil Gubernur Riau (Wagubri), Edy Natar Nasution, Rabu (5/5/2021).

Mantan Danrem 031 Wirabima ini mengatakan, kebijakan larangan Mudik Lebaran antar provinsi dan kabupaten kota ini dijalankan sebagai bentuk tindaklanjut aturan larangan mudik yang sudah ditetapkan oleh pemerintah pusat.

Larangan Mudik Lebaran tahun 2021 ini terpaksa diberlakukan guna mencegah terjadinya penyebaran Covid-19 yang lebih luas lagi.

Meski sudah ada pos penyekatan Mudik Lebaran, namun tidak semua kendaraan yang melintasi pos tersebut diminta untuk putar balik.

Ada beberapa kriteria kendaraan yang diizinkan melintas sesuai dengan aturan yang sudah ditetapkan. 

“Ada pengecualian. Kendaraan yang terkait kepentingan hajat orang banyak, yang tidak berkaitan dengan orang Mudik Lebaran tentu akan diberi kemudahan,” ujarnya. 

Kendaraan yang dibolehkan lewat pos penyekatan dimaksud Wagubri yakni kendaraan membawa sembako, kendaraan operasional pelayanan publik dan lainnya sesuai yang telah ditentukan.

Diantaranya adalah kendaraan pimpinan lembaga tinggi negara, kendaraan dinas operasional dengan TNKB dinas ASN, TNI/Polri yang digunakan untuk kedinasan.

Kemudian kendaraan pemadam kebakaran, mobil ambulanc, mobil jenazah, mobil barang dengan ketentuan tidak membawa penumpang serta kendaraan membawa obat-obat dan alat kesehatan

Selain itu kendaraan yang digunakan untuk kepentingan mendesak, yaitu bekerja/perjalanan dinas, kunjungan keluarga sakit, kunjungan duka keluarga meninggal, ibu hamil yang didampingi satu orang anggota keluarga, pesalinan yang didampingi dua orang anggota keluarga, pelayanan kesehatan darurat juga diperbolehkan melintas.

Termasuk kendaraan yang mengangkut pekerja Migran Indonesia, warga Indonesia terlantar, dan pelajar/mahasiswa yang berada di luar negeri, serta pemulangan orang dengan alasan khusus oleh pemerintah sampai ke daerah asal seseai ketentuan berlaku.

“Larangan ini ditegaskan agar tidak terjadi arus Mudik Lebaran yang bisa menimbulkan orang bergerombol. Kalau itu bisa kita lakukan dengan baik, Insya Allah tidak ada masalah,” ujarnya.

Edy berharap masyarakat Riau dapat mematuhi kebijakan larangan Mudik Lebaran ini.

Sebab saat ini kasus Covid-19 terus mengalami lonjakan yang cukup signifikan.

Harus dilakukan upaya yang tegas untuk mencegah terjadinya kerumunan yang dapat menjadi kluster penularan Covid-19.

“Apalagi di Riau ini kita lihat penambahan kasus sudah peringkat 2 nasional. Bahkan dalam minggu ini penambahan kasus sampai diatas 500 kasus. Tentu ini butuh pemahaman dan kesadaran semua pihak. Tidak bisa kita serahkan sepenuhnya kepada aparat yang jumlahnya sangat terbatas,” katanya. 

Tingginya angka kasus penyebaran Covid-19 di Riau, kata Edy, sudah seharusnya masyarakat taat dalam menjalankan protokol kesehatan.

Termasuk tidak Mudik Lebaran pada lebaran Idul Fitri nanti.

Dibutuhkan kesadaran masyarakat untuk sama-sama mencegah dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Riau. 

“Jadi kalau masih ada yang main kucing-kucingan, itu kan kesadaran kita yang kurang. Seharusnya itu tidak boleh terjadi, karena kebijakan ini berlaku untuk semua wilayah di Indonesia. Tapi kalau kita merasa tanggung jawab di Bumi Melayu ini, harusnya ikut membantu pemerintah dalam menekan kasus Covid-19,” katanya.

Source : riauhub , Original source : tribunnews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1
Mau Pasang Iklan?
Atau Mau Pesan Produk?
Atau Mau request?
Powered by