Program Sertifikat Tanah PTSL di Siak, Masih Temui Berbagai Kendala.

Klik Play Untuk Mendengarkan Versi Audio yang tayang di program Sekilas News

RBSRADIOSIAK – Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang merupakan bagian dari program Pemerintah Pusat pada tahun 2017 hingga tahun 2025 ditargetkan penerbitan lima juta sertifikat di seluruh Indonesia. Untuk Kabupaten Siak ditargetkan sebanyak 6.500 bidang.

Hal tersebut tentu menjadi kegembiraan bagi masyarakat Kabupaten Siak, namun program tersebut belum berjalan sesuai harapan masyarakat, karena tidak semua sertifikat dapat diselesaikan bahkan hingga tahun 2019 ini, ada sebagian yang belum diselesaikan. Bahkan masyarakat ada yang meminta surat tanah mereka yang ditarik untuk dikembalikan.

Hal ini seperti yang disampaikan oleh Rusdi, Ketua RT003 Kampung Langkai. Menurutnya dirinya telah banyak ditanyai oleh warga soal sertifikat tersebut. Hal ini juga dibenarkan oleh Kepala Kampung Langkai, Sugiono.  Menurutnya tercatat tanda terima sampai saat ini (red 30/09/2019) sebanyak 176 surat tanah untuk desa/kampong Langkai yang masih belum selesai dan belum jelas informasinya.

 “Saya selaku RT banyak dikomplain warga, karena saya dari tahun 2017 saya ikut melakukan pengukuran tersebut, sampai sekarang belum selesai,” jelas Rusdi kepada RBS Radio.

Hal serupa juga disampaikan oleh Anto, kepala Kampung Buantan periode sebelumnya, bahwa sejak 2017 telah diserahkan sebanyak 100 lebih surat dan belum dibagikan sertifikatnya kepada masyarakat.

Di tempat terpisah, Camat Siak, Aditya menuturkan agar BPN untuk segera menyelesaikan baik kendala administrasi maupun teknisnya sehingga tidak ada lagi masyarakat yang mengeluh soal ini.

“Harapan kita bersama segeralah itu diselesaikan, supaya diantara sesama masyarakat tidak ada lagi tumpang tindih dan sengketa terhadap kepemilikan tanah masyarakat,” jelas Camat Siak saat dikonfirmasi melalui selulernya.

Kasi Pengukuran dan Pemetaan BPN Siak, Giarno menuturkan bahwa pada prinsipnya yang 2017 prosesnya sudah selesai, cuma belum bisa dibagikan karena ada beberapa masalah administrasi seperti tanda tangan.

“Kalo 2017 prosesnya sudah selesai, kan sudah selesai sertifikat itu pada prinsipnya, kan sertifikat itu kurang satu tanda tangan pun gak bisa dibagikan, dan ada kewajiban pemilik tanah juga yang harus dipenuhi,” jelas Giarno saat dikonfirmasi RBS Radio.

Secara prosedur PTSL, ada tiga unsur yang harus dipenuhi oleh peserta, diantaranya K1 yaitu lahan tidak ada masalah sudah masuk dalam program PTSL, K2 masih dalam sangketa harus diselesaikan dan K3 tidak memenuhi subjek seperti adanya permasalahan hukum.

Di sisi lain, ketua DPRD Kabupaten Siak, Azmi menegaskan bahwa jika sudah selesai dan diterbitkan, dirinya meminta untuk segera dibagikan kepada masyarakat. Ia juga menegaskan bahwa dirinya tetap berpihak kepada rakyat, selagi pada jalur dan proses yang benar.

“Kalau sudah diterbitkan ya segera dibagikan kepada masyarakat, harapannya kita tetap berpihak pada rakyat, selagi prosesnya betul, apalagi menyangkut masalah tanah, wajib kita bantu ke masyarakat, itulah gunanya kita sebagai pelayan masyarakat,” jelas Azmi, Ketua DPRD Kabupaten Siak, dari Partai Golkar.

Redaksi RBS

1 thought on “Program Sertifikat Tanah PTSL di Siak, Masih Temui Berbagai Kendala.

  1. Terimakasih RBS telah membabarkan persoalan sertifikat sampai sekarang yang kunjung selesai. Saya selaku Kepala dusun enggan menjelaskan kepada masyarakat yang selalu menanyakan sertifikat trsbt.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1
Mau Pasang Iklan?
Atau Mau Pesan Produk?
Atau Mau request?
Powered by